Selasari, Parigi – Sejarah panjang Desa Selasari kembali mendapat perhatian melalui sebuah peta peninggalan era Hindia Belanda yang memperlihatkan nama “Selakambang”, yang diyakini sebagai cikal bakal nama wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Selasari. Keberadaan nama tersebut pada peta lama menjadi bukti bahwa kawasan ini telah dikenal sejak masa kolonial dan memiliki nilai historis yang penting.

Berdasarkan peta bersejarah yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1928, terlihat nama Selakambang berada di wilayah yang kini termasuk Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Di sekitar lokasi tersebut juga tercantum sejumlah nama wilayah lain seperti Parigi, Cijulang, Kalijati, Sindangsari, dan Tikalong yang hingga kini masih dikenal masyarakat.

Temuan ini menjadi bagian dari jejak sejarah yang memperkuat identitas Desa Selasari sebagai salah satu wilayah yang telah memiliki keberadaan administratif maupun geografis sejak puluhan tahun silam. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut terhadap arsip pemerintah kolonial, dokumen sejarah, maupun sumber akademik tetap diperlukan untuk mengetahui asal-usul nama Selakambang serta proses perubahan namanya menjadi Selasari secara lebih mendalam.

Warisan Sejarah yang Harus Dijaga

Sejarah merupakan bagian penting dari identitas sebuah desa. Melalui berbagai dokumen, peta, dan arsip lama, generasi saat ini dapat memahami bagaimana perkembangan wilayah dari masa ke masa.

Bagi masyarakat Desa Selasari, keberadaan nama desa dalam peta kolonial bukan hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa desa ini memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Nilai sejarah tersebut dapat menjadi modal dalam pelestarian budaya, pengembangan pendidikan lokal, hingga memperkuat potensi Desa Wisata Selasari.

Mengajak Masyarakat Menelusuri Sejarah Desa

Pemerintah Desa Selasari mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menggali, mendokumentasikan, dan melestarikan sejarah desa. Informasi, foto lama, dokumen keluarga, maupun cerita dari para sesepuh desa merupakan sumber sejarah yang sangat berharga dan layak untuk dihimpun sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat.

Dengan memahami sejarah, masyarakat diharapkan semakin mencintai desanya serta turut berperan aktif dalam menjaga warisan budaya dan identitas lokal untuk generasi yang akan datang.

Catatan: Artikel ini disusun berdasarkan interpretasi terhadap peta peninggalan era Hindia Belanda yang menampilkan nama “Selakambang” pada wilayah yang berkaitan dengan Desa Selasari saat ini. Penetapan asal-usul nama desa secara historis memerlukan kajian lebih lanjut melalui arsip resmi, literatur sejarah, dan penelitian akademik.

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here